
Wahai kekasihku,
Di ruangan sepi ini,
Kupersembahkan untukMu sebuah coretan tulus dari hatiku,
Kulakarkan sebuah puisi cintaku buatMu,
Meski ukiran perasaanku tidak sehebat lakaran kasih si dia yg paling Kau cintai,
Kekasih yg telah mempersembahkan yg terindah untukMu,
Namun hati ini tetap ingin Kau tahu,
Betapa gelora jiwa ini merinduiMu tidak pernah surut walau sesaat,
Ingin kuungkapkan betapa indahnya perasaan ini bila mengenangkanMu,
Debaran hatiku menanti detik pertemuan denganMu tidak pernah terhenti,
Tiap hela nafasku terasa begitu nyaman saat mengingatiMu,
Seakan-akan seluruh isi dunia ini telah kulupakan,
Saksikanlah Kekasihku..betapa besar cintaku padaMu.
Namun suatu ketika aku tersedar,
Terkadang aku keliru tentang diriku,
Apakah diri ini telah sempurna sebagai hambaMu,
Apakah diri ini telah layak digelar pengabdiMu,
Apakah diri ini telah tergolong dalam pendukung agamaMu,
Apakah diri ini telah sepenuh hati menghibahkan hidupku untukMu,
Apakah berhak diriku mendambakan menjadi kekasihMu.
Oh Kekasihku,
Betapa diri ini merasa malu untuk mengakui semua itu,
Tatkala mengimbau sejarah hitam yg pernah kurakam dulu,
Terlalu banyak kecurangan yg kulakukan terhadapMu,
Pernah sesekali aku terperangkap dalam cinta yg tiada kepastian,
Hartaku,keluargaku,ilmuku,pangkatku,
Semuanya pernah menjadi yg 'ketiga' antara kita,
Mencalar ketulusan cintaku padaMu.
Wahai Kekasih,
Diri ini sering berprasangka padaMu,
Tergugatnya kepercayaanku padaMu dek keegoanku,
Sukarnya untuk kuakui kesilapanku sendiri,
Aku sering menyalahkanMu atas setiap kesulitan yg kuhadapi,
Ohh..sungguh biadap diri ini,
Aku lupa akan pemberianMu yg melimpah,
Tidak pernah sekalipun Kau ungkit pemberianMu itu,
Bahkan curahan rahmatMu sentiasa mengalir untukku.
Wahai dambaan setiap hati yg subur disirami baja keimanan,
Sering juga aku berangan-angan untuk menatap wajahMu,
Namun bila mengenang betapa kotornya mata ini,
Mata yg sering memandang yg tidak sepatutnya,
Mata yg jarang sekali merenungi ayat-ayat cintaMu,
Apatah lagi mengalirkan titisan permata yg takutkanMu,
Aku jadi malu untuk meneruskan anganku,
Serasa tidak layak dan hinanya aku di sisiMu,
Lalu air mata penyesalan yg kualirkan.
0 comments:
Post a Comment