Saturday, April 30, 2011 0 comments By: nahlu daie

Imam Syafie

Nama dan Nasab
Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib.
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah saw. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.
Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja.
Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki kun-yah Ummu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan istinbath.
 

Waktu dan Tempat Kelahirannya

Beliau dilahirkan pada tahun 150H. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.
Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.
Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.
 

Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu

Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, “Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.” Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.
Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.
Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.
Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.
Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’. Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al-Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.
Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.
Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah. Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.
Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Alquran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka.
Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.
Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal.
Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.
Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja.
Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.
Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik. Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.
Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.
 

Keteguhannya Membela Sunnah

Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, “Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.” Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits.
Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, “Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.” Imam Syafi ‘i berkata, “Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya” Al-Mazani berkata, “Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.”
Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.
 

Wafatnya

Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.
Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah ?” Beliau menjawab, “Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus”
 

Karangan-Karangannya

Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam al-Fahrasat.
Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan ar-Risalah al-Jadidah (yang telah direvisinya) mengenai Alquran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.
 
Sumber :
1. Al-Umm, bagian muqoddimah hal 3-33.
2. Siyar A‘lam an-Nubala’
3. Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi‘, terjemah kitab Manhaj al-Imam Asy-Syafi ‘i fi Itsbat al-‘Aqidah karya DR. Muhammad AW al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi‘i, Cirebon.


Kenikmatan Syurga dan Penghuninya...Kitab Sohih Muslim

1. Di surga terdapat sebatang pohon yang luas bayangannya tidak dapat ditempuh        selama seratus tahun berkendaraan
  • Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata:
    Dari Nabi, beliau bersabda: Allah berfirman: Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga serta tidak terbesit dalam hati manusia. Bukti kebenaran itu terdapat dalam Alquran: Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Shahih Muslim No.5050)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebatang pohon di mana seorang pengendara (harus) menempuh luas bayangannya selama seratus tahun. (Shahih Muslim No.5054)
  • Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.:
    Dari Rasulullah saw., beliau bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebatang pohon di mana (jika) seorang pengendara berjalan di bawah bayangannya selama seratus tahun, ia tidak dapat menempuhnya. (Shahih Muslim No.5055)
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
    Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebatang pohon di mana (jika) seseorang menunggang kuda terlatih yang berlarinya selama seratus tahun tidak dapat menempuh luas bayangannya. (Shahih Muslim No.5056)
2. Diturunkannya keridaan Allah kepada penghuni surga, maka dia tidak akan murka kepada mereka selamanya
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
    Bahwa Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman kepada penghuni surga: Hai penghuni surga! Mereka menjawab: Kami penuhi seruan-Mu wahai Tuhan kami, dan segala kebaikan ada di sisi-Mu. Allah melanjutkan: Apakah kalian sudah merasa puas? Mereka menjawab: Kami telah merasa puas wahai Tuhan kami, karena Engkau telah memberikan kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu. Allah bertanya lagi: Maukah kalian Aku berikan yang lebih baik lagi dari itu? Mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, apa yang lebih baik dari itu? Allah menjawab: Akan Aku limpahkan keridaan-Ku atas kalian sehingga setelah itu Aku tidak akan murka kepada kalian untuk selamanya. (Shahih Muslim No.5057)
3. Penghuni surga saling melihat penghuni ghurfah (tempat yang tinggi di surga) seperti bintang yang terlihat di langit
  • Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya penghuni surga akan melihat ghurfah (tempat yang tinggi) di surga sebagaimana kalian melihat bintang di langit. (Shahih Muslim No.5058)
4. Rombongan yang pertama kali masuk surga itu seperti bulan purnama, sifat mereka dan pasangan mereka
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Abul Qasim saw. bersabda: Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga itu bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang terang-benderang di langit. Masing-masing mereka berpasangan dua orang yang sumsum betisnya terlihat dari dalam daging dan di dalam surga tidak ada seorang pun yang tidak berpasangan. (Shahih Muslim No.5062)
5. Sifat kemah-kemah surga dan anggota rumah tangga orang mukmin di dalamnya
  • Hadis riwayat Abu Musa Al-Asy`ari ra.:
    Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya seorang mukmin mempunyai sebuah kemah di dalam surga yang terbuat dari satu mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh mil, dan orang seorang mukmin juga memiliki keluarga di dalamnya yang akan ia kunjungi padahal sebagian mereka tidak pernah melihat sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.5070)
6. Kaum yang akan masuk surga, hati mereka seperti hati burung
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Allah menciptakan Adam dalam bentuknya setinggi enam puluh hasta. Setelah menciptakannya, Allah berkata: Pergilah dan ucapkanlah salam kepada kelompok itu, yaitu beberapa malaikat yang sedang duduk, dan dengarkanlah apakah jawaban mereka karena itulah ucapan selamat untukmu dan keturunanmu. Maka Adam pergi menghampiri lalu mengucapkan: "Semoga keselamatan menyertai kalian". Mereka menjawab: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah menyertai kalian". Mereka menambahkan "rahmat Allah". Maka setiap orang yang memasuki surga itu seperti bentuk Adam yang tingginya enam puluh hasta. Seluruh makhluk setelah Adam terus berkurang tingginya sampai sekarang. (Shahih Muslim No.5075)
7. Panas dan dalamnya neraka Jahanam serta bagian tubuh yang dibakar api neraka
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Nabi saw. bersabda: Api kalian yang dinyalakan anak-cucu Adam adalah sepertujuh puluh dari panas api Jahanam. Para sahabat berkata: Demi Allah, bila sepanas ini saja sudah cukup wahai Rasulullah saw. Beliau bersabda: Sesungguhnya panas api tersebut masih tersisa sebanyak enam puluh sembilan bagian, panas masing-masing sama dengan api ini. (Shahih Muslim No.5077)
8. Neraka akan dihuni para penindas dan surga akan dihuni orang-orang yang lemah
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Neraka dan surga saling berdebat, lalu neraka berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang suka menindas dan sombong. Surga berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang lemah dan miskin. Lalu Allah berfirman kepada neraka: Kamu adalah siksa-Ku, Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki. (Atau Allah berfirman: Aku menimpakan bencana denganmu kepada orang yang Aku kehendaki). Dan Allah berfirman kepada surga: Kamu adalah rahmat-Ku, Aku limpahkan rahmat berupa kamu kepada siapa yang Aku kehendaki. Dan masing-masing kamu memiliki penghuninya sampai penuh. (Shahih Muslim No.5081)
  • Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
    Bahwa Nabi saw. bersabda: Neraka Jahanam selalu berkata: Apakah masih ada tambahan? Sehingga Allah Maha Suci lagi Maha Tinggi meletakkan telapak kaki-Nya, lalu Jahanam berkata: Cukup, cukup! Demi keagungan-Mu! Dan sebagiannya dikumpulkan kepada sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.5084)
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Pada hari kiamat, maut akan didatangkan seperti seekor biri-biri yang berwarna keputih-putihan. (Abu Kuraib dalam periwayatannya menambahkan: Lalu dihentikan di antara surga dan neraka. Kemudian keduanya sepakat tentang isi hadis selanjutnya.) Kemudian diserukan: Wahai ahli surga, apakah kalian mengenal ini? Lalu mereka menjulurkan leher untuk melihat ke arah sang penyeru, kemudian menjawab: Ya, itu adalah maut! Kemudian diserukan lagi: Wahai ahli neraka, apakah kamu sekalian mengenal ini? Lalu mereka menjulurkan leher untuk melihat dan menjawab: Ya, itu adalah maut! Kemudian diperintahkan agar maut (kambing) itu disembelih, lalu diserukan lagi: Wahai ahli surga, keabadian yang tidak akan ada kematian lagi! Wahai ahli neraka, keabadian yang tidak akan ada kematian lagi! Kemudian Rasulullah saw. membacakan ayat: Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, yaitu ketika segala perkara telah diputus dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman. Kemudian beliau menunjuk dunia dengan tangan beliau. (Shahih Muslim No.5087)
  • Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, kemudian seorang penyeru berdiri di antara mereka dan berseru: Wahai ahli surga, tidak ada kematian. Wahai ahli neraka, tidak ada kematian. Masing-masing kekal abadi di tempatnya. (Shahih Muslim No.5088)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Gigi geraham atau gigi taring orang kafir itu sebesar gunung Uhud dan kekasaran kulitnya adalah sejauh perjalanan tiga hari. (Shahih Muslim No.5090)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Rasulullah saw. bersabda: Jarak antara kedua bahu orang kafir di neraka itu sejauh perjalanan tiga hari dengan kendaraan yang cepat. (Shahih Muslim No.5091)
  • Hadis riwayat Haritsah bin Wahab ra.:
    Bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: Maukah kalian aku beritahu tentang ahli surga? Para sahabat berkata: Mau. Rasulullah saw. bersabda: Yaitu setiap orang yang lemah dan melemahkan diri, seandainya ia bersumpah demi Allah, pasti akan dilaksanakan. Kemudian beliau bertanya lagi: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Mereka menjawab: Mau. Beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang kejam, bengis dan sombong. (Shahih Muslim No.5092)
  • Hadis riwayat Abdullah bin Zam`ah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. pernah berkhutbah lalu menyebut seekor unta (milik Nabi Saleh) dan menyebutkan orang yang menyembelihnya kemudian membaca ayat: Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka. Yang bangkit untuk membunuh unta itu adalah seorang yang terhormat di kalangan kaumnya, perusak dan kejam terhadap keluarganya, seperti Abu Zam`ah. Kemudian beliau juga menyebutkan kaum wanita dan memberikan nasihat untuk menghadapi mereka dan bersabda: Untuk apa seorang di antara kalian memukul istrinya. (Shahih Muslim No.5095)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Aku melihat Amru bin Luhai bin Qamaah bin Khindif, yakni nenek moyang Bani Kaab menarik ususnya di dalam neraka. (Shahih Muslim No.5096)
9. Kehancuran dunia dan manusia kelak akan dikumpulkan di hari kiamat
  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kaum wanita dan lelaki semuanya akan saling memandang satu sama lain? Beliau bersabda: Wahai Aisyah, keadaan saat itu lebih menegangkan sehingga mereka tidak akan saling memandang satu sama lain. (Shahih Muslim No.5102)
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
    Bahwa ia mendengar Nabi saw. berkhutbah dan berkata: Sesungguhnya kalian akan menemui Allah dengan berjalan kaki, tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. (Shahih Muslim No.5103)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Dari Nabi saw., beliau bersabda: Manusia akan dikumpulkan dalam tiga kelompok yang penuh harap dan rasa takut dan dua orang di atas satu unta, tiga orang di atas satu unta, empat orang di atas satu unta serta sepuluh orang di atas satu unta. Dan sisa mereka akan dikumpulkan bersama api neraka di mana setiap siang, malam, pagi dan sore hari selalu bersama mereka di mana saja mereka berada. (Shahih Muslim No.5105)
10. Sifat hari kiamat
  • Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. tentang ayat: Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta, beliau bersabda: Seorang dari mereka berdiri dalam air keringatnya yang mencapai pertengahan kedua telinganya. (Shahih Muslim No.5106)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Pada hari kiamat nanti air keringat akan mengalir di tanah sepanjang tujuh puluh depa dan akan menggenang setinggi mulut atau setinggi telinga mereka. Tsaur (perawi hadis) meragukan mana yang disebutkan Nabi. (Shahih Muslim No.5107)
11. Orang mati akan diperlihatkan tempatnya kelak di surga atau neraka, kepastian siksa kubur dan permohonan perlindungan dari siksa kubur
  • Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila seorang di antara kamu sekalian mati akan diperlihatkan tempatnya setiap pagi dan sore. Jika ia termasuk ahli surga, maka akan diperlihatkan surga, kalau termasuk ahli neraka, maka akan diperlihatkan neraka, lalu dikatakan: Inilah tempatmu nanti bila Allah telah membangkitkanmu di hari kiamat. (Shahih Muslim No.5110)
  • Hadis riwayat Abu Ayyub ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. keluar ketika matahari telah terbenam, kemudian beliau mendengar sebuah suara dan bersabda: (Itu suara) orang Yahudi yang sedang disiksa di dalam kuburnya. (Shahih Muslim No.5114)
  • Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
    Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya seorang hamba jika telah diletakkan di dalam kuburnya dan teman-temannya sudah meninggalkannya, ia akan mendengar suara sandal mereka. Kemudian ia didatangi dua malaikat lalu mendudukkannya dan bertanya: Apa pendapatmu tentang lelaki ini (Muhammad saw.)? Adapun orang mukmin, maka ia akan menjawab: Aku bersaksi bahwa dia adalah seorang hamba Allah dan utusan-Nya. Maka dikatakan kepadanya: Lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menggantinya dengan tempat di surga. Lalu Nabi saw. melanjutkan sabdanya: Maka ia dapat melihat keduanya. (Shahih Muslim No.5115)
  • Hadis riwayat Barra' bin Azib ra.:
    Dari Nabi saw., beliau membacakan firman Allah: Allah meneguhkan iman orang-orang mukmin dengan ucapan yang teguh. Kemudian beliau bersabda: Ayat ini turun mengenai siksa kubur. Ditanyakan kepada orang mukmin: Siapakah Tuhanmu? Ia menjawab: Tuhanku Allah dan nabiku Muhammad saw. Itulah yang dimaksudkan dengan firman Allah: Allah meneguhkan iman orang-orang mukmin dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat. (Shahih Muslim No.5117)
12. Penghitungan amal perbuatan (hisab)
  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang dihisab pada hari kiamat, maka ia akan disiksa. Aku bertanya: Bukankah Allah berfirman: Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Beliau menjawab: Yang demikian bukanlah hisab, tapi itu hanyalah sekedar berdiri di hadapan Allah karena barang siapa yang diperiksa perhitungan amalnya di hari kiamat, maka ia akan disiksa. (Shahih Muslim No.5122)
13. Perintah berbaik sangka terhadap Allah ketika hampir mati
  • Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
    Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jika Allah menghendaki siksaan untuk suatu kaum, maka siksaan tersebut akan menimpa orang-orang yang ada di tengah-tengah mereka, kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan amalnya. (Shahih Muslim No. 5127)
Thursday, April 28, 2011 0 comments By: nahlu daie

Sedarlah wahai sahabatku!

Saat kita mula sedar yg kita ada kelemahan,itu tak pelik..Yg pelik ialah kalau kita tak sedar2 yg kita ni mmg makhluk yg lemah..yg dicipta perlu bergantung pada Allah Yang Maha Kuat,Maha Gagah..lalu kita sombong pd Allah & ingkar perintah Allah & pada masa yg sama melanggar larangan Allah..Apabila ada org bagi nasihat,kita buat2 x dengar & x endah..kononnya seru x sampai lagi nak tobat..ada pulak dgn alasan 'muda hanya sekali,enjoy la dulu'...sedarkah kita hakikatnya muda sebenarnya bukan sekali,tapi 2 kali..di dunia muda yg sementara,tapi di syurga muda infiniti,kekal abadi...Eh,bukankah ajal tu blh dtg bila2 masa je??Mgkn masa kita tgh syok berfacebook @ tgh tengok movie korea @pun tengah berselera makan mcdonald...Bila ditanya,semua jawab nak masuk syurga..tapi mana amal kalian??Allah bukanlah Zat Yg terpesona dgn kata2.Sedarlah wahai insan.Berubahlah mulai sekarang!

Allah menciptakan manusia bukan utk jadi macam robot..kerja @ studi berjam2 lepas tu makan...bila bosan pergi berhibur..balik tidur..tapi lupa Allah.Tujuan Allah ciptakan kita adalah untuk menguji amal siapakah yg paling baik...bukan baik dlm kuantiti,tapi baik dlm kualiti.."Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."(Al-Mulk:2).

Mana perginya hati nurani kita hingga x boleh menilai mana yg betul mana yg salah??Bukankah Allah tlh berfirmanDan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."(Al-A'raf:179).Mahukah kita termasuk dlm golongan yg Allah nyatakan dlm ayat di atas??Jawablah..tapi dgn tindakan bkn kata2 je sbb Allah x terpengaruh dgn kata2 kita!

Ramai yg x jelas tujuan dan matlamat hidup...yg sedihnya,apabila ditemu ramah para remaja di luar sana,ramai yg mnjawab 'tujuan hidup sy utk berseronok la,apa lagi..',ada jugak yg mengatakan,'sy nak hidup senang,mewah,kaya-raya..' dan yg paling sedih ada yg jawab 'kami kan lelaki..apa lagi yg kami nak,perempuan la..hahaha'..Sedih dan kecewa dgn akhlak remaja islam sekarang..terlalu jauh bezanya dgn pemuda pada zaman rasulullah saw yg sentiasa brsemangat untuk menegakkan islam dan berlumba-lumba mengejar kebahagiaan akhirat serta  bidadari-bidadari syurga yg jauh lebih cantik dan anggun daripada wanita dunia.

Kalaulah rasulullah saw dibangkitkan semula dan dihantar ke dunia sekarang...5 minit je..x lama pun..agak2 apa perasaan rasulullah saw melihat umat baginda..?? yg rendah akhlaknya...terkapai-kapai tiada arah tujuan...Sudah pasti berlinangan air mata baginda melihat umat yg begitu dikasihi lantas melupakan baginda..bahkan yg menjadi idola mereka adalah artis2 yg sama juga tidak jelas tujuan hidup..!Bukan semua..tapi majoritinya begitulah.

Ambillah langkah untuk berubah sekarang,wahai saudara2 yg kukasihi!!Malakul maut tidak tunggu kita brtaubat dulu baru ia datang mengembalikan kita kepada Allah.Bersedialah untuk menghadapi saat itu..bertaubatlah dan perbaikilah amalan kalian dan istiqamahlah dalam kebenaran.Mudah-mudahan Allah memasukkan kita semua ke dalam golongan yg mendapat rahmat dan redhaNya..amin."Dan jagalah dirimu dari (`azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong."(Al-Baqarah:48)

Tuesday, April 5, 2011 0 comments By: nahlu daie

Tercampak ke Daerah Asing

***Suatu petang yg redup***

Aku sedang lena dalam buaian mimpi yg aku sendiri tidak pasti hujung pangkal ceritanya.
'Dummm...',tiba-tiba kedengaran dentuman guruh diikuti pukulan petir silih berganti.Tidak berapa lama kemudian,butir-butir mutiara indah kelihatan berguguran jatuh ke tanah mambasahi bumi ciptaan Tuhan.Ketika itu juga aku tersedar dari lena yg panjang dan terus membuka mata apabila kulitku terasa seperti dijentik-jentik."Oh..rupanya titisan air hujan sudah mengenai kulitku",gumamku dalam hati.

Aku bangun dari pembaringan untuk mengambil posisi duduk lalu melakukan aksi yg biasa dilakukan oleh orang yg baru bangun dari tidur.Ketika kedua-dua tanganku berada di atas ketika menggeliat..."Ya Allah!Tempat apa ni?Aku di mana sekarang?",aku menjerit sendirian kerana terlalu terkejut melihat suasana sekeilingku.Aksi menggeliat tadi terbantut di tengah jalan begitu saja.Tanpa aku sedari,rasa kantukku sudah hilang.Aku memandang sekeliling.Di hadapanku terbentang lautan yg kebiruan.Ianya cukup luas dan sangat indah.Aku menoleh ke kanan.Hanya pasir-pasir pantai memutih terbentang di sepanjang lantai pantai."Ya,aku yakin sekarang aku berada di sebuah pantai.Tapi pantai apa?Aku masih di Malaysiakah?Macam mana aku boleh sampai ke sini?",aku berdialog sendirian.Di hujung aku melihat rimbunan pepohon yg menghijau.Lebat sekali pokok-pokok di situ.Aku berkira-kira mungkin kawasan itu adalah hutan bagi pantai ini.Aku mengenakan daya tekanan pada kedua-dua kakiku untuk berdiri.Kemudian aku berpaling ke kiri....."Wahh!!Cantiknya pemandangan ini.Aku bermimpikah?Aku sudah sampai di syurgakah?",omongku teruja dan takjub dengan keindahan yg terbentang di depan mataku sekarang ini.Di situ aku menyaksikan sebuah bangunan tersergam indah berwarna putih.Cukup indah.Bumbungnya diperbuat daripada emas.Dinding bangunan itu berkilauan bertatahkan berlian dan permata.Saiznya terlalu besar untuk dihuni oleh beribu-ribu manusia.Aku mengagak ia adalah sebuah istana kerana senibinanya yg cukup unik dan ekslusif yg jauh bezanya dengan sebuah rumah agam.Terdapat banyak pintu dan tingkap pada istana itu.Penglihatanku jatuh pada sebuah pintu yg paling besar di situ."Mungkin itu adalah pintu masuk utama ke dalam istana ini',bisik hatiku.Lamannya pula sangat luas dan dihiasi dengan landskap yg sangat menarik dan mendamaikan.Aku melihat pelbagai jenis pokok bunga tertanam di kawasan laman itu."Eh,bunga mawar,bunga kertas,bunga orkid....Hmm,bunga-bunga di sini tidak ada bezanya dengan bunga-bunga di dunia...",fikirku yg masih teruja sehingga menyangkakan aku sudah berada di syurga.

Aku berjalan menghampiri istana itu.Semakin aku mendekati laman istana itu,bau wangi menyapa hidungku."Wah!!Wanginya bau ini,tidak pernah aku menghidu bau sewangi ini selama berada di dunia.Tidak sabar rasanya untuk melihat ke dalam istana ini.Pasti aku akan menemukan sesuatu yg lebih hebat dan indah",bicaraku sendirian yg masih tidak melepaskan anggapan bahawa aku sudah berada di syurga.Aku meneruskan perjalanan sehingga kakiku melangkah masuk ke kawasan laman istana itu.Bau wangi tadi semakin kuat dan menusuk ke rongga hidungku.Aku memerhatikan landskap laman itu serta pokok-pokok bunga dengan lebih dekat.Banyak lagi rupanya bunga-bungaan yg menyerupai bunga-bungaan di dunia,terutamanya di Malaysia dan yg menarik bunga-bungaan di sini jauh lebih cantik dan indah.Namun ada beberapa bunga-bungaan yg tidak pernah kulihat sebelum ini dan bentuk bunga-bungaan itu pula sangat unik dan berbeza dengan bunga-bungaan yg kukenali.Di hujung sudut sebelah kananku,aku terpandang sejenis pokok bunga yg sungguh unik.Sungguh pelik kerana batang pokok itu berdiameter kecil di bahagian bawah tetapi semakin membesar ke atas.Aku tidak melihat sehelai daun pun pada pokok itu tetapi pada bahagian atas batangnya yg berdiameter besar timbul bunga-bunga berwarna keemasan yg berbentuk hati .Pada permukaan sepanjang batang bahagian bawah pokok itu,aku melihat manik-manik kecil berwarna putih susu keluar dari dalam batang pokok tersebut.Ada yg berjatuhan ke tanah dan membentuk rumput-rumput halus berwarna hijau.Aku memuji-muji Sang Pencipta Yg Maha Bijaksana dalam hati.Aku meneruskan perjalanan.

Akhirnya aku telah berada di hadapan pintu utama istana.Perjalanan melalui kawasan laman hingga ke depan pintu utama istana itu mengambil masa lebih kurang 15 minit.Aku duduk di atas sebuah kerusi berukiran kayu yg tersedia di hadapan pintu utama istana itu untuk melepaskan lelah setelah perjalanan yg agak jauh tadi."Wow!!Betul ke kerusi ni diperbuat daripada kayu?Tidak terasa langsung kekerasannya.Rasa macam duduk di atas sofa...hmm..empuk",aku bermonolog sendirian.

Tiba-tiba perasaan tidak sabar untuk meneruskan penjelajahan ke istana menerpaku.Hatiku terpanggil-panggil untuk cepat-cepat masuk ke dalam istana itu.Aku bangkit dari kerusi empuk tadi dan berjalan ke arah pintu utama istana.Baru aku perasan bahawa saiz pintu itu cukup besar.Ketinggiannya mencecah tiga kali ganda ketinggianku dan lebarnya lebih kurang lima meter.Pintu utama itu berwarna keemasan dan terdapat ukiran yg sangat cantik pada permukaannya.Aku sendiri tidak pasti ukiran dari negara manakah yg sangat unik itu...aku mengagak mungkin ukiran dari negara arab seperti iran kerana reka bentuknya yg seakan-akan keislaman sedikit.Terdetik di hatiku"Eh,jangan-jangan aku memang sudah berada di syurga.Tapi bila masa pulak aku mati?Macam mana aku mati?Seingat aku sebelum aku tidur aku berada di rumah sewaku di Shah Alam...Ah,pedulikan je la.Aku dah tak sabar nak tengok apa yg ada kat dalam tu.Hehe..".

Aku mendekati pintu gergasi itu dan memegang tombol pada pintu itu."Fuhh..sejuk betul tombol pintu ni.Macam ais la.Kalau macam ni boleh beku tangan aku dibuatnya",dengan sendirinya tanganku melepaskan tombol itu sepantas kilat kerana tidak tahan dengan suhu pada tombol itu yg mungkin sudah mencecah -20 darjah celcius.Aku memandang sekitar kawasan pintu itu sambil mencari akal bagaimana caranya membuka pintu tersebut tanpa memegang tombol.Mataku tertangkap pada satu anak kunci yg terletak di dalam sebuah kotak kaca yg berada di atas meja di hujung sudut sebelah kiri."Ya,mesti kunci tu dapat membantu aku membuka pintu gergasi ni",bisikku dalam hati.Aku menghampiri kotak tersebut dan mencapai kunci yg berada di dalamnya.Ternyata kunci itu sangat aneh dari yg pernah aku lihat.Aku tidak melihat ada gigi-gigi yg biasa ada pada kunci-kunci di dunia.Lebih aneh lagi kunci itu diperbuat daripada kaca yg keras dan di dalamnya terdapat ruang kosong berwarna merah seperti vakum.Tanpa menghiraukan betapa anehnya kunci itu,aku kembali semula ke arah pintu gergasi tadi dan pada tombol yg sejuk itu aku lihat ada satu lubang berbentuk segi tiga.Ya,sama bentuknya dengan kunci di tanganku.Tanpa membuang masa aku terus memasukkan kunci ke lubang yg tersedia itu.Aku terkejut kerana ruang kosong yg berwarna merah pada kunci tadi tiba-tiba bertukar menjadi biru."Wah,Hebatnya!",luahku.Aku memegang semula tombol itu dan ternyata sangkaanku tepat kerana suhu tombol itu sudah kembali normal,tidak sesejuk tadi.Dengan berhati-hati aku membuka pintu gergasi itu.Walaupun saiz yg besar,tetapi tidak sukar untuk aku membukanya.Akhirnya,kedua-dua daun pintu itu terbuka seluas-luasnya dan memberi ruang padaku untuk melihat ke dalam istana.

Sekali lagi aku terkejut besar melihat fenomena di dalam istana itu.Aku seakan-akan sedang melayang-layang di angkasa kerana terlalu takjub dan kagum dengan keindahan suasana di depan mataku.Setiap sudut di dalam istana itu dihiasi dengan beraneka perabot dan aksesori menarik dan mewah.Aku melangkah perlahan-lahan memasuki ruang di dalam istana.Aku dapat merasakan betapa selesanya setiap langkahku memijak lantai istana itu.Lantainya dihampari permaidani berwarna biru yg tebal dan sangat lembut..selembut sutera.Kualiti buatannya sangat bagus dan aku tidak langsung merasakan kesan kasar pada permukaan permaidani itu."Wahh...selesanya",aku meluahkan rasa nyaman berada di situ.Tiba-tiba,aku tergamam.Jantungku hampir luruh tatkala memandang diriku yg kini sedang berada dalam suatu persalinan yg sangat cantik.Aku sekarang sedang memakai gaun labuh berwarna kuning air bercorak bunga-bunga halus pada hujung lengan dan kain.Rambutku mengurai panjang hingga ke paras pinggang....lurus kehitaman dan ikal di bahagian hujung rambut.Kedua kakiku menyarung kasut kaca bertatahkan berlian.Aku memandang cermin besar di sebelah kananku."Akukah ini?Sungguh jelita seperti bidadari di syurga.Ya Allah,bermimipikah aku?",aku menyentuh wajahku..kulit wajahku sungguh halus..sehalus kulit bayi.Putih kemerah-merahan."Snow white pun boleh kalah dengan aku ni..hee",aku berjenaka.Sebentar kemudian aku mengingat kembali pakaian yg aku pakai sebelum masuk ke istana.Hanya seluar slack hitam dan t-shirt panjang muslimah serta tudung labuh berwarna krim."Aik,aneh..Macam mana pakaianku boleh bertukar cantik begini selepas masuk ke istana?Wajahku juga berubah...berbeza benar dengan rupa asalku",aku menyoal walaupun maklum aku tidak mungkin akan menemukan jawapan.

Aku terlalu gembira dan berasa semakin teruja untuk membongkar lebih banyak lagi rahsia di tempat asing ini yg menarik dan aneh.Aku meneruskan pengembaraan misteriku di istana tersebut.Aku berjalan meninjau-ninjau setiap sudut istana.Dalam setiap langkahku berjalan-jalan di kawasan itu,perasaanku saat ini seperti seorang puteri yg sedang bermain-main di istana...tambahan pula dengan pakaian dan rupaku yg telah berubah jauh berbeza dari yg asal."Hai..rasa macam model tengah catwalk pun ada",gerutu hatiku.

Aku melihat-lihat perabot-perabot mewah pada setiap ruangan di istana itu.Di ruangan tengah terdapat satu set sofa berwarna putih bersih berukiran kayu keemasan.Aku tidak melihat sedikit pun kesan yg menunjukkan pernah ada orang duduk di atasnya.Aku terfikir "Mustahil istana sebesar ini tidak berpenghuni..Hmm,tapi kan aku di syurga sekarang.Mana mungkin ada orang yg tinggal di sini.Tempat ni khas untuk aku.Akulah pemilik istana ini...Eh,tapi aneh.Di syurga kan ada pelayan-pelayan khas buatku.Di mana mereka semua?Barangkali mereka semua sedang bergembira dan bersenang-lenang sekarang tanpa menghiraukan kedatanganku.Ah,alangkah berani dan biadap mereka ini",marahku dalam hati.Aku mendekati set sofa tersebut lantas duduk di atasnya dengan cermat.Lagakku saat itu tidak ubah seperti permaisuri jahat dalam cerita dongeng 'sleeping beauty'.Tanpa aku sedari aku kini sudah semakin angkuh dan sikapku sudah jauh berbeza dari sikapku sebelum datang ke tempat asing ini.Aku telah menganggap akulah pemilik tempat ini dan berlagak seperti raja di sini.Aku bersandar pada sofa."Wahh..selesanya",bisikku.Empat meter di hadapanku aku terpandang suatu benda yg aku kenali.Kelihatan rupa bentuknya seperti alatan elektronik untuk memasang vcd.Tapi aku tidak nampak skrin televisyen pun di situ.Rasa ghairah untuk menonton televisyen membuak-buak.Aku menghampiri alatan tersebut dan menekan punat yg ada pada benda yg berbentuk seakan-akan pemain vcd.Alangkah terkejutnya aku apabila di bahagian atas alat pemain vcd tersebut terpancar suatu cahaya.Seakan-akan ianya sebuah layar atau skrin televisyen yg sangat besar.Aku menjauh sedikit daripada layar tersebut lalu kembali semula ke sofa.Aku duduk di atas sofa sambil memerhatikan apa yg bakal aku saksikan sebentar lagi."Ishh...tak sabar rasanya nak tengok filem.Dah lama aku tak menonton filem semenjak 5 bulan lalu",ujarku.Aku bersandar pada sofa seakan-akan orang yg sedang menonton wayang di panggung tambahan pula dengan layar yg besar di hadapanku.

"Selamat datang ke 'Pulau Kehidupan' yg menjanjikan kesenangan untuk anda.Tahniah kerana anda telah berjaya sampai ke sini dengan usaha kami menjejaki dan berusaha membantu anda hingga anda akhirnya telah tiba di daerah yg diimpikan ramai.Nikmatilah kesenangan di sini.Apa sahaja yg anda inginkan boleh didapati di sini.Tidak usah memikirkan perkara lain kerana anda sudah mendapat segala-galanya.Lupakan kehidupan lama dan kecapilah kenikmatan di sini sepuas-puasnya.Niatkan sahaja dalam hati apa yg anda inginkan...Nahh!!Sekelip mata anda sudah mendapatkannya.Hahahaha!!!!!!!!!!",satu suara muncul dari layar membuatkan jantungku hampir gugur.Kata-katanya sangat aneh membuatkan aku terkedu...diam seribu bahasa.Aku mengingat kembali kata-kata dari suara aneh tadi.Menurutnya aku kini sedang berada di 'Pulau Kehidupan'.."Maknanya aku bukan berada di syurga.....Ah,tak kisahlah,yg penting aku boleh dapat apa saja yg aku inginkan..Wahh!!Seronoknya.",bisikku yg sudah menjadi materialistik tanpa sedar.Aku teringat kata-kata suara aneh tadi "Niatkan sahaja dalam hati apa yg anda inginkan...Nahh!!Sekelip mata anda sudah mendapatkannya.Hahahaha!!!!!!!!!!"."Wahh..inilah masanya aku nak minta apa sahaja yg aku inginkan.Hehehe..",bisikku.Aku memikirkan filem-filem yg aku ingin tonton."Ya,aku nak tengok filem-filem terbaru dari Malaysia,Amerika,Korea,Jepun...",aku niatkan dalam hati.Sekelip mata sahaja senarai tajuk filem-filem yg aku ingin tonton terpampang pada skrin di hadapanku.Aku jadi semakin ghairah dan tidak sabar.Aku melihat-lihat tajuk-tajuk filem itu dan akhirnya aku memilih untuk menonton filem dari korea bertaraf lima bintang bertajuk 'East Of Eden'.Sekelip mata sahaja filem itu ditayangkan pada skrin besar.Aku terbuai-buai dalam jalan cerita filem itu berjam-jam tanpa sedar.Seronok...aku jadi seperti dirasuk 'hantu filem' apabila selepas satu filem,aku bertukar ke filem seterusnya..Filem kedua tontonanku beralih pada filem Malaysia bertajuk'Cuti-cuti Cinta'."Kelakar betul cerita ni.Hahaa!!!",aku semakin tenggelam dalam komedi cerita tersebut.Begitulah seterusnya aku menghabiskan masaku di 'Pulau Kehidupan' itu.Setelah penat menonton perutku mendendangkan lagu berirama 'keroncong' menandakan ia memerlukan makanan untuk diisi.

Aku bangun dari sofa dan berjalan menuju ke sebuah pintu di sebelah kananku.Aku menghampiri pintu itu dan membukanya.Aku tergamam apabila melihat aneka juadah yg tersedia di atas meja besar di situ.Aku yg sudah tidak dapat menahan lapar dari tadi segera berlari tergopoh-gopoh ke arah meja tersebut.Di situ aku lihat pelbagai jenis juadah yg sungguh enak.Kecur air liurku menyaksikan kelazatan makanan di situ.Lantas aku mengambil tempatku di sebuah kerusi yg paling mudah untuk aku mencapai makanan.Aku mencuci tangan dengan air di dalam bekas yg tersedia di sebelah kiriku.Kemudian dengan tergopoh-gapah aku mencapai bekas berisi nasi putih lalu mencedoknya ke dalam pinggan di hadapanku.Aku mencapai ayam panggang bahagian paha dalam sebuah pinggan tidak jauh dariku.Bau ikan bakar bersos lada hitam menarik perhatianku lalu aku mengambil dan meletakkannya ke dalam pingganku.Di sebelah kiriku terdapat sayur kailan ikan masin yg masih segar kehijauan lalu kucedok ke dalam pinggan nasiku.Tanpa membuang masa aku lantas menyuapkan makanan ke mulutku."Enaknya!!!",omongku sambil mengunyah-ngunyah makanan.Aku sudah lupa mempraktikkan sunnah rasulullah membaca 'bismillah' sebelum makan.Sekelip mata aku telah menjadi seperti orang yg tidak beragama.Tingkahku tidak ubah seperti binatang yg menerkam mangsanya.Aku menyuapkan makanan tersebut ke mulutku dengan tergesa-gesa padahal bukannya aku akan ke mana-mana selepas ini.Kalau dilihat orang bagaimana cara aku menyantap makanan di situ,sudah pasti mereka menyangka aku sudah tidak makan sebulan.Sekejap sahaja aku telah menghabiskan makanan di dalam pingganku..licin dan tidak meninggalkan sisa sedikit pun kecuali ketulan-ketulan tulang ikan dan ayam.Kemudian,aku beralih ke pencuci mulut yg tersedia di situ.Ada ais kacang,koktail,bubur kacang hijau,aneka kuih-muih,agar-agar dan puding bermacam perisa dan sebagainya.Aku mencapai ais kacang dalam mangkuk yg dihias cantik sekali.Di bahagian atasnya terdapat ais krim berperisa vanila dan ditabur coklat cair membangkitkan seleraku untuk menikmatinya.Aku menyuapkan ais kacang itu ke mulut."Wahh..sedapnya.Kalah 'ABC Fradoo' di tempat aku ni.Haha..."ujarku sambil memuji-muji kelazatan ais kacang di situ.Aku teringat kembali ais kacang yg menjadi kegemaranku di Shah Alam.Hampir setiap hari aku membeli ABC Fradoo di situ kerana keenakannya.Ramai juga yg sanggup datang dari jauh semata-mata ingin merasai kelazatan ABC di situ.

"Haaahhhh...ngantukya!!!",aku menguap.Badanku terasa penat dan mataku terasa berat.Mungkin aku perlu berehat dan tidur sebentar.Aku bingkas bangun dari kerusi dan menyusun langkah untuk keluar dari ruang makan.Sisa-sisa makanan kubiarkan begitu sahaja dan makanan yg tidak dijamah kutinggalkan di meja besar itu kerana aku berkira-kira mungkin ada yg menguruskan dan mengemaskan makanan itu nanti.Tanpa berlengah-lengah aku keluar dari ruang makan itu dan memanjat anak-anak tangga untuk naik ke tingkat atas mencari kamar untuk beradu.Aku terpandang sebuah pintu yg sangat besar dan cantik berwarna perak.Aku mendekati pintu itu dan membukanya.Ternyata ia adalah sebuah pintu yg membawa aku ke sebuah bilik mewah yg sangat besar.Ianya boleh memuatkan beratus manusia untuk berhimpun.Aku melangkah masuk dan mendekati sebuah objek yg aku dambakan sekarang ini...katil.!!!!Aku terlalu mengantuk saat ini.Dalam benakku cuma memikirkan untuk tidur.Lantas aku merebahkan seluruh badanku ke atas katil empuk itu."Wahh!!Selesanya..",aku memejamkan mata dan tenggelam dalam mimpi indah saat itu.

***Lapan jam kemudian***

Aku tersedar semula dari lena yg panjang.Mataku melilau-lilau memerhatikan sekeliling dan mindaku mengingat-ngingat kembali di mana aku berada."Oh ya,aku masih di istana itu",bisikku.Sekarang baru aku menyedari suasana di bilik itu sungguh cantik.Aku sedang terbaring di atas katil  mewah yg sangat indah.Saiznya agak besar dan boleh memuatkan 10 orang tidur di atasnya dengan selesa.Cadarnya berwarna krim dan bercorak halus.Perasaanku saat ini seperti seorang pengantin yg sedang beradu di kamar.Ruangan kamar itu sangat luas.Aku terpandang pada satu pintu di kamar itu lalu aku turun dari katil dan menghala ke arah pintu tersebut.Apabila pintu sudah kubuka,terserlah di mataku semua yg kuimpikan selama ini.Sebuah bilik pakaian yg luas.Di situ memuatkan bermacam fesyen pakaian dan koleksi lainnya seperti kasut,beg tangan,kaca mata,jam dan selendang.Aku jadi kagum dengan semua yg kusaksikan sekarang ini.Sikap materialistik semakin bermaharajalela dalam diriku.Aku jadi lupa semuanya.Dalam benakku kini cuma ada nikmat dan kesenangan.

Sebentar kemudian,aku keluar dari bilik pakaian dan menjelajah ke setiap sudut di kamarku.Aku melihat di situ juga terdapat set sofa tersedia di kamarku,satu rak buku yg besar dilengkapi dengan bermacam bahan bacaan tersusun rapi,sebuah piano berwarna hitam,meja solekan dilengkapi bermacam produk kecantikan berjenama,satu sudut yg disediakan khas untuk memuatkan koleksi gazet seperti komputer riba,permainan video,beberapa jenis telefon bimbit yg lebih canggih daripada 'blackberry' juga terdapat di atas meja di sudut itu.Bilik itu terasa sejuk dan nyaman kerana dilengkapi dengan pendingin hawa.Aku tertarik pada bilik mandi di bilik itu.Ianya sangat luas malah dilengkapi dengan sebuah kolam renang yg diselaputi dinding kaca dengan air berwarna biru kehijauan.Terdapat hiasan pokok yg menarik di sekitar kolam tersebut.Kelengkapan mandi pula sangat canggih.Tidak perlu membuka paip untuk mandi tetapi berdiri sahaja di bawah saluran pancutan air dan air akan mengalir dengan sendirinya.Aku keluar semula dari bilik air dan meluru keluar dari kamar mewah tersebut dan terus turun semula ke tingkat bawah.Dalam perjalanan menuruni anak tangga aku memuji-muji kehebatan istana ini.Semua yg ada di istana ini sangat indah dan mewah bahkan luarbiasa.Aku terlupa untuk memuji Tuhan Yg Menciptakan semua itu malah sebaliknya yg kulakukan.

Sebaik sahaja sampai di tingkat bawah,alangkah terkejutnya aku apabila mendapati banyak makhluk aneh sedang berkeliaran di kawasan itu."Mak ai...makhluk asing apa pulak ni?Mana datangnya mereka semua ni?",soalku dalam hati terkejut.Kelihatannya seperti robot yg boleh berbicara... Ada satu robot yg berlainan sedikit bentuknya sedang mengarahkan berpuluh-puluh robot yg lain mengemas setiap ruangan di istana itu."Oh..rupanya tempat ni menggunakan khidmat robot untuk mengemas rumah.Wahh!!!Hebat betul la",bisikku.

***Dua minggu sudah berlalu***

Begitulah kehidupanku di 'Pulau Kehidupan' yg memberikan aku suatu kehidupan serba lengkap.Hari-hariku di daerah asing itu sibuk menikmati kesenangan dan kemewahan.Aku sudah lupa tempat asalku sebelum datang ke sini.Sebelum ini hidupku penuh dengan amal ibadah kepada Sang Pencipta...tiap detikku dihiasi dengan tadabbur ayat-ayat cinta dari Allah .dan aku sangat menjaga setiap saat dari masaku untuk diisi dengan perkara-perkara yg diredhai Allah.Namun,semenjak aku tercampak ke daerah asing ini aku jadi lupa pada kehidupan sebegitu.Aku lupa pada Si Dia yg telah memberikan curahan nikmat kepadaku.

Suatu pagi ketika aku sedang menikmati sarapan di daerah asing ini,aku teringat kembali detik-detik waktu yg telah kuhabiskan di 'Pulau Kehidupan'.Setiap hari aku melakukan rutin yg sama...menonton,makan,tidur,membaca dan bersiar-siar di sekitar kawasan istana.Namun,tidak ada satu perkara pun yg membuatkan aku bahagia.Aku cuma merasakan nikmat dan kesenangan namun baru ketika ini aku tersedar bahawa hatiku tidak tenteram dan sering sahaja keluh-kesah.Aku keseorangan di daerah asing ini.Yg adapun cuma robot-robot yg tidak berperasaan yg tidak boleh diajak berbual.Aku jadi  semakin bosan dengan kehidupan sebegini.Walaupun apa sahaja yg kuinginkan bisa kudapati di sini,namun jiwaku masih meronta-ronta inginkan kebahagiaan.Seolah-olah di satu sudut di dalam hatiku masih ada banyak ruang kosong yg tidak terisi.Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa.Aku tidak tahu pada siapa harus kuungkapkan perasaanku saat ini.Aku merindui kehidupan lamaku."Alangkah baiknya jika aku dapat kembali semula seperti dulu.Ya Allah!!Bantulah hambaMu ini.Kembalikanlah aku kepada kehidupan asalku semula.Ampunkanlah kesalahanku yg telah lalai dari mengingatiMu,bersyukur padaMu...Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun,Ya Allah Ya Ghaffar Ya Rahim..Amin!!!",aku menyebut kembali 'Nama' yg sudah lama tidak muncul dari bibirku dan memohon pertolongan dariNya agar mengembalikanku semula kepada kehidupan asal.Ombak hatiku bergelojak deras menantikan detik untuk kembali kepada kehidupan yg sangat kurindui.Biarpun sederhana tanpa dilimpahi kemewahan dan kesenangan sepertimana di 'Pulau Kehidupan' ini,namun aku cukup bahagia dengan kehidupan sebegitu.Ruang di sudut hatiku terisi dengan limpahan cinta serta buaian kasih Si Dia...Si Dia Yg paling kucintai di dunia ini melebihi segalanya....Kekasih Teragungku...Allah Rabbul Jalil.

-TAMAT-

# Begitulah fitrah manusia yg bergelar mukmin apabila berjauhan dari Allah swt,hatinya langsung tidak tenteram dan sentiasa keluh-kesah.Seandainya pembaca di luar sana pernah merasakan perasaan sedemikian saat lalai dari mengingati Allah swt...berbahagialah kerana itu menunjukkan petanda bahawasanya hati anda sentiasa ingin dekat dengan Allah swt.
'(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.' (QS. 13:28)
#Syaitan adalah musuh kita yg nyata yg tidak pernah berputus asa mengganggu hati manusia agar menjauh dari Allah swt...mereka dan keturunan mereka berusaha keras menyesatkan manusia dengan memperindahkan jalan maksiat kepada Allah...Cuba pembaca perhatikan kata2 ini "Selamat datang ke 'Pulau Kehidupan' yg menjanjikan kesenangan untuk anda.Tahniah kerana anda telah berjaya sampai ke sini dengan usaha kami menjejaki dan berusaha membantu anda hingga anda akhirnya telah tiba di daerah yg diimpikan ramai.Nikmatilah kesenangan di sini.Apa sahaja yg anda inginkan boleh didapati di sini.Tidak usah memikirkan perkara lain kerana anda sudah mendapat segala-galanya.Lupakan kehidupan lama dan kecapilah kenikmatan di sini sepuas-puasnya.Niatkan sahaja dalam hati apa yg anda inginkan...Nahh!!Sekelip mata anda sudah mendapatkannya.Hahahaha!!!!!!!!!!"....penulis sengaja merakamkan 'ucapan' yg sering diungkapkan oleh musuh Allah ini yg sering bergembira apabila berjaya membawa manusia jauh dari mengingati Allah swt.Jadi,tidak ada jalan pintas yg lain untuk mengelakkan hasutan syaitan durjana ini melainkan dengan menempuh jalan MUJAHADAH!

[Sengaja  penulis 'melebih-lebihkan'  cerita tersebut untuk menunjukkan betapapun hebat nikmat dan kemewahan yg dikecapi manusia,namun jika lalai dari mengingati Allah...tidak mungkin mereka akan mengecapi kebahagiaan hakiki..iaitu ketenangan dan ketenteraman jiwa.]











Surat Cinta Untuk Allah


Wahai kekasihku,
Di ruangan sepi ini,
Kupersembahkan untukMu sebuah coretan tulus dari hatiku,
Kulakarkan sebuah puisi cintaku buatMu,
Meski ukiran perasaanku tidak sehebat lakaran kasih si dia yg paling Kau cintai,
Kekasih yg telah mempersembahkan yg terindah untukMu,
Namun hati ini tetap ingin Kau tahu,
Betapa gelora jiwa ini merinduiMu tidak pernah surut walau sesaat,
Ingin kuungkapkan betapa indahnya perasaan ini bila mengenangkanMu,
Debaran hatiku menanti detik pertemuan denganMu tidak pernah terhenti,
Tiap hela nafasku terasa begitu nyaman saat mengingatiMu,
Seakan-akan seluruh isi dunia ini telah kulupakan,
Saksikanlah Kekasihku..betapa besar cintaku padaMu.

Namun suatu ketika aku tersedar,
Terkadang aku keliru tentang diriku,
Apakah diri ini telah sempurna sebagai hambaMu,
Apakah diri ini telah layak digelar pengabdiMu,
Apakah diri ini telah tergolong dalam pendukung agamaMu,
Apakah diri ini telah sepenuh hati menghibahkan hidupku untukMu,
Apakah berhak diriku mendambakan menjadi kekasihMu.

Oh Kekasihku,
Betapa diri ini merasa malu untuk mengakui semua itu,
Tatkala mengimbau sejarah hitam yg pernah kurakam dulu,
Terlalu banyak kecurangan yg kulakukan terhadapMu,
Pernah sesekali aku terperangkap dalam cinta yg tiada kepastian,
Hartaku,keluargaku,ilmuku,pangkatku,
Semuanya pernah menjadi yg 'ketiga' antara kita,
Mencalar ketulusan cintaku padaMu.

Wahai Kekasih,
Diri ini sering berprasangka padaMu,
Tergugatnya kepercayaanku padaMu dek keegoanku,
Sukarnya untuk kuakui kesilapanku sendiri,
Aku sering menyalahkanMu atas setiap kesulitan yg kuhadapi,
Ohh..sungguh biadap diri ini,
Aku lupa akan pemberianMu yg melimpah,
Tidak pernah sekalipun Kau ungkit pemberianMu itu,
Bahkan curahan rahmatMu sentiasa mengalir untukku.

Wahai dambaan setiap hati yg subur disirami baja keimanan,
Sering juga aku berangan-angan untuk menatap wajahMu,
Namun bila mengenang betapa kotornya mata ini,
Mata yg sering memandang yg tidak sepatutnya,
Mata yg jarang sekali merenungi ayat-ayat cintaMu,
Apatah lagi mengalirkan titisan permata yg takutkanMu,
Aku jadi malu untuk meneruskan anganku,
Serasa tidak layak dan hinanya aku di sisiMu,
Lalu air mata penyesalan yg kualirkan.